Sabtu, 23 Februari 2008

P3K

PEMBUATAN KEBIJAKAN DI INGGRIS :
BERIMPLIKASI DISKRIMINASI TERHADAP RAS DAN GENDER


BAB I
PENDAHULUAN

Sebagai Negara dengan dominasi kaum kulit putih, inggris seperti halnya Negara lain yang berwarna kulit putih memiliki tingkat arogansi yang cukup tinggi terutama sekali dalam tanah kelahirannya sendiri.
Inggris pada masa belakangan ini masih merupakan Negara yang dinilai bersikap diskriminatip terhadap pihak lain. Pihak lain dalam pandangan rasis orang inggris adalah orang yang berasal dari suku lain, memiliki warna kulit berbeda, menentang terhadap masyarakat kebanyakan yakni masyarakat inggris dan berbuat criminal terhadap kelompok mereka sendiri.
Dengan asumsi tersebut, masih banyak dijumpai sikap rasis dan diskriminasi yang ditampilkan oleh orang-orang inggris, misalnya dalam pertandingan sepak bola, dimana ketidak puasan supporter inggris terhadap pemain lawan terkadang dilampiaskan dengan melakukan tindakan kotor yang menyebabkan kerugian pada pihak asing.
Kecendrungan tersebut, bila kita telusuri berakar dari sejarah panjang yang terjadi di inggris pada beberapa decade yang lalu, akar permasalah yang sebenarnya telah dibersihkan dari pikiran-pikiran kebanyak orang inggris melalui upaya-upaya maksimal dari pihak-pihak tertentu yang memandangang persamaan ha kantar semua warga Negara di seluruh belahan dunia.
Namun upaya tersebut bukanlah hal mudah untuk dilakukan, mengingat sikap dan sifat diskriminatif cukup cenderung menetap dalam alam pikiran masyarakat untuk mendapatkan keuntungan dari bersikap rasis terhadap pihak lain, selain itu juga dengan tindakan rasisme mereka mencoba bertahan untuk tetap menjadi yang lebih unggul di bandaingkan bangsa lain dan tidak ingin kesuperiorannya terlampaui oleh pihak lain.
Akar permasalahan rasisme di inggris, dapat kita lihat dari sejarah yang tercatat dalam beberapa dokumen yang membahas masalah rasisme. Dan dari beberapa sumber referensi dapat kita simpulkan bahwa diantara orang-orang inggris yang cenderung rasis tersebut masih terdapat beberapa orang terpengaruh yang memberikan perhatian terhadap persamaan hak bagi kaum lain, dalam hal ini suku lain termasuk juga bagi kaum wanita yang statusnya saat itu termarginalkan sebagai pihak yang dianggap lemah dibawah kaum laki-laki.
BAB II
PEMBAHASAN
Adanya keberpihakan pada satu etnis dan gender telah memmpengaruhi iklim local kehidupan dalam masyarakat inggis. Hal ini sangat banyak dan menyiptakan implikasi yagn sangat menyakitkan bagi ras tertentu yang tersakiti dan dalam hal ini merupakan ras termarginal karena minoritasnya.
Dua kesempatan persamaan otoritas lokal kebijakan diperbandingkan, yaitu ILEA anti-racist dan sexist yang radikal, dan statemen moderat Kent yang merupakan suatu pendekatan adil tentang jenis kelamin. Dua hal ini juga merupakan gaya yang terimplementasi dengan nyata berbeda di mana para guru dan sekolah diharapkan untuk memiliki peran inovasi berbeda. artinya bahwa suatu pendekatan inovasi berbasis sekolah, berlawanan dengan strategi top-down, lebih memungkinkan untuk mengarah pada kebijakan persamaan hak.
orang-orang sosial-demokrat yang telah sangat meluas dalam beberapa tahun yang lalu dan telitilah pekerjaannya. Ia mempunyai “hubungan-hubungan dengan kaum buruh”, dan merasa puas dengan ini, mengeluarkan surat-surat sebaran dimana penyalahgunaan di pabrik-pabrik, keberatsebelahan pemerintah ke pihak kaum kapitalis dan tindakan kekerasan polisi dilabrak. Dalam rapat-rapat kaum buruh pembicaraan-pembicaraan biasanya tidak atau jarang keluar dari batas-batas tema ini. Laporan-laporan dan pembicaraan-pembicaraan mengenai sejarah gerakan revolusioner, mengenai soal-soal politik dalam dan luar negeri pemerintah kita, mengenai soal-soal evolusi ekonomi Rusia dan Eropa, dan kedudukan berbagai klas dalam masyarakat modern, sangat jarang. Mengenai penyelenggaraan dan perluasan hubungan secara sistematis dengan klas-klas lain dalam masyarakat, tak seorang pun yang memikirkannya. Sebetulnya aktivis yang ideal, sebagaimana kebanyakan anggota lingkaran-lingkaran demikian itu menggambarkannya, adalah sesuatu yang lebih mirip seorang sekretaris serikat buruh daripada mirip seorang sosialis–pemimpin politik. Karena sekretaris serikat buruh mana saja, misalnya, serikat buruh Inggris, selalu membantu kaum buruh melakukan perjuangan ekonomi, membantu mengorganisasi pemblejetan di pabrik, menjelaskan ketidakadilan undang-undang dan tindakan-tindakan yang merintangi kebebasan mogok dan kebebasan berpiket (yaitu, untuk memperingatkan semua orang bahwa di suatu pabrik tertentu pemogokan sedang berlangsung), menjelaskan tentang keberatsebelahan hakim-hakim pengadilan arbitrasi yang termasuk klas-klas borjuis.
A Sifat alami Kebijakan
Kebijakan persamaan dibuat oleh sekitar separuh otoritas pendidikan lokal Inggris. Banyak yang mendukung dan memperomosikan untuk menghilangkan adanya anti ras melalui pendekatan anti-rasisme. Begitu juga beberapa pihak seperti Kent yang membuat statement untuk menentang diskriminasi yang didasarkan pada jenis kelamin, cacat dan ras.
Dalam sebagian besar kebijakan pusat kota, dan para pioneer seperti Berkshire, orientasi anti-racist telah menjadi lemah, persamaan pendidikan bagi semua telah dibuat dalam terminologi Gaine's (1987). Dalam beberapa kebijakan, seperti milik ILEA, budaya persamaan, pendekatan pendidikan multicultural secara explicit ditolak karena tidak cukup mampu untuk menentang rasisme. Secara khusus, kebijakan strategi penentangan anti-racist menjadi penting dan memimpin untuk mengembangkan pendidikan multi-ethnic: alasannya karena bahwa hal itu tidak mungkin untuk mengkonsepkan lagi sekolah pengetahuan dalam term multi-ethnic sehingga kenyataan dalam rasisme di sekolah dipertentangkan.
Seperti kebanyakan usulan perubahan, pendekatan ini mendapat kritik. Ada dua hal yang terpisah: antara pertanyaan tentang rasisme yang sebagai fenomena social dan sebuah struktur istimewa masyarakat inggris; dan gaya implementasi kebijakan yang diadopsi oleh kebijakan lokal. Yang pertama seperti yang diungkapkan oleh Jeffcoate (1984), pertanyaan tentang kebenaran konsep kelembagaan rasisme yang merupakan pendekatan anti-racist. Dia membedakan empat jenis pikiran rasisme : pertama, sebagai satuan kepercayaan yang baku, berakar dalam penampilan phisik; kedua, dalam wujud prasangka berdasar pada individu yang melawan terhadap kelompok; ketiga, serangan dan tindakan diskriminasi lain sering memasukkan unsur rasialisme; dan, keempat, apa yang telah dimasukkan rasisme kelembagaan.
Kekurangannya sebagai alat analisa dalam bidang pendidikan sangat nyata. Sedangkan hal tersebut secara relative bertolakbelakang dengan ilmu bagaimana pengetahuan dan rasisme popular bisa memanifestasikan dirinya dalam sekolah - dalam pikiran dan tindakan siswa dan guru, dalam kurikulum dan aspek kebijakan sekolah lainnya.
Ia terutama sekali tidak setuju dengan definisi ILEA karena kesan disamaratakan posisi masyarakat hitam dalam didasarkan pada masyarakat yang di atasnya, dan praktek penggunaan kelembagaan rasisme sebagai tempat untuk menjelaskan perbedaan ras. Ini adalah suatu kritik rumit sebab rasisme kelembagaan diambil oleh ILEA sebagai hal yang membesar untuk personal rasisme. Hal tersebut adalah konsep pengaturan yang utama, yang karenanya dalam kebijakan anti-racist; jika keraguan dapat melepas keberadaan hal itu, maka kebenaran kebijakan terancam. Sebagian dari contoh itu Jeffcoate memberi gambaran kekurangan analitisnya meliputi kecenderungan untuk menujukan prestasi rendah kulit hitam ke kelembagaan rasisme, seolah-olah ini adalah penjelasan cukup. Ia tidak setuju dengan cara telah digunakan untuk mengacu pada apapun dalam sistem pendidikan yang penulis tidak sukai (ibid. p. 146); sebagai contoh, ia mengakui, kesentrisan dalam kurikulum, bukannya menjadi pembenci suku bangsa lain, lebih mungkin merupakan penjelmaan kepicikan pandangan dan ketidaktahuan guru.
Runnymeade meyakini (1985, p.5) ringkasan tentang Swann yang Melaporkan permasalahan definisi dengan kritis:
Yang mana kedua-duanya dikacaukan dan kebingungan. Rasisme kelembagaan menguraikan cara yang ditempuh oleh bidang sistem dibentuk panjang, praktek dan prosedur, di dalam pendidikan dan masyarakat yang lebih luas, yang mula-mula dipikirkan untuk memenuhi kebutuhan dan cita-cita dari suatu masyarakat secara relatif homogen, sekarang dapat dilihat tidak hanya gagal untuk memperhatikan multi-racial alam Inggris hari ini, tetapi juga mengabaikan atau bahkan dengan aktif bekerja melawan terhadap minat masyarakat minoritas kesukuan.
Prosedur yang menjadi model untuk menghubungakan masyarakat putih menghasilkan apa yang Swann sebut rasisme tak disengaja dan disengaja saat prosedur ini diterapkan dalam suatu masyarakat multiethnic. Yang pertama dinyatakan dalam prasangka, yakni serangan rasialis dan klise, yang kedua maksudnya baik tetapi merupakan tindakan tersesat yang mengakibatkan diskriminasi- sebagai contoh: suatu penekanan guru pada Afro-Caribbean sports atas biaya mengarahkan tujuan akademis untuk membuat pendidikan lebih relevan. Institusi Pendidikan diliputi oleh personal rasisme: Perubahan kelembagaan dan sikap individu menjadi penting dan mempunyai peran komplementer yang berlaku dalam mencapai keseluruhan pergeseran dalam pandangan dan penekanan yang penting yang berhubungan dengan multi-racial masyarakat masa kini (ibid. p. 5).
Sejalan dengan ini, Definisi ILEA ( 1983b, p. 16) tampak berusaha mengkombinasi personal rasisme dan rasisme kelembagaan: Rasisme sederhananya dikenal sebagai tindakan, sikap atau praktek yang mengasumsikan atau menyiratkan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dengan sifat merendahkan diri orang lain dengan alasan warna berbeda, kultur atau ethnis. Seperti halnya mungkin saja disengaja, disamarkan; tersamar dan terang sekalipun begitu sengaja, atau bahkan tak disengaja; apa yang dijadikan "kelembagaan rasisme"'. Tetapi dengan tanpa menggabungkan, menggambarkan kelembagaan rasisme sebagai format yang utama dari personal rasisme yang ada.
Ada praktek rutin tertentu, kebiasaan dan prosedur dalam masyarakat inggris yang berasumsi bahwa orang hitam itu mempunyai pekerjaan lebih miskin, kesehatan, pendidikan dan kesempatan hidup berbeda dengan mayoritas yang putih, dan lebih sedikit pengaruh pada keputusan ekonomi dan politis yang mempengaruhi hidup mereka. kebiasaan dan Praktek ini dijaga oleh struktur dan hubungan kuasa dari orang hitam yang telah ditetapkan. Jaringan ini berupa kebijakan yang bersifat membedakan, praktek, dan prosedur yang dimaksud.
Rasisme mengacu pada institusi dan prosedur rutin seperti halnya kepada tindakan individu, dan ke efek tak disengaja dan tak sadar seperti halnya ke tujuan sengaja. Itu memasukkan semua sikap, sosial dan prosedur mempola efek niat sadar akan menciptakan dan memelihara kuasa, kesejahteraan dan pengaruh atas biaya orang Afro-Caribbean dan Asia. lebih lanjut berfungsi secara serempak untuk membatasi pada kondisi kehidupan yang miskin dan kesempatan hidup, pekerjaan yang paling kasar, dan kemungkinan pengangguran yang terbesar dan buruh kasar.(yang dikutip dalam Gaine, 1987, p. 33)
Jika kelembagaan rasisme adalah ’suatu jaringan kebijakan bersifat membedakan, praktek, dan prosedur’, menguraikan apapun lebih dari konteks dalam format rasisme terukur lain. Ada suatu pengertian kuat di mana praktek rasisme adalah supra-individual: yakni menggambarkan mereka hanya dalam personal terminologi, dengan cara yang sama mengakui bahwa semua sekolah dapat dinyatakan oleh satu aturan perilaku pelajaran secara terukur. Penjelasan umum mendasarkan misalnya pada pola teladan pengembangan kesadaran tentang ras dalam masa kanak-kanak bisa menjelaskan persamaan dan timbulnya perilaku pribadi rasisme, tetapi bukan mengapa mengambil arah itu untuk mengerjakannya, atau mengapa beberapa kelompok di masyarakat dianggap lebih rendah dari yang lain. Untuk melakukan ini, argumentasi mengenai pembagian tenaga dan kemampuan kelompok yang lebih besar menekan kelompok yang lebih kecil karena kuasa mereka memasukkan argumentasi mereka ke suatu pertimbangan rasisme struktural. Ada suatu pembedaan antara yang dibentuk, praktek yang menggambarkan institusi cara kerja masyarakat Britania, dan rasialisme dan rasisme individu. Sebagai contoh, para guru dengan pandangan tertentu tentang pendidikan anak-anak hitam boleh memegang individu pribadi, di luar institusi yang itu menggambarkan peran profesional mereka. Dalam pengertian ini lebih terbatas pada kelembagaan rasisme sehubungan dengan pengaruh aturan main pembuat kebijakan dan prosedur beroperasi yang merugikan anggota tertentu atau kelompok masyarakat tertentu. Tetapi tidak bisa dibubarkan sebab tidak bisa diamati, atau susah untuk menunjukkannya sedangkan pada saat yang sama sudut pandang kebalikan lain susah untuk membuktikan kebenarannya. Kenyataan ini sedikit demi sedikit membeda-bedakan dengan sengaja orang lain yang mempunyai prosedur bertentangan.
Persoalan gender antara anti-sexism pendukung sexism yang berbeda dalam masyarakat sama dengan persoalan rasisme yang terjadi. Suatu pemahaman dapat diterapkan untuk memandang kemampuan wanita dalam jangka waktu panjang, tentang peran wanita-wanita, seperti godaan seksual dan penyalahgunaan dan diskriminasi sengaja oleh individu dan kelompok tertentu. Perbedaan penting dibandingkan dengan Ras adalah menempatkan jenis kelamin dan pengabaiannya sebagai suatu isu dalam riset kemasyarakatan pada pendidikan, klaim Meighan ( 1986, p. 302)
Permasalahan ini sebenarnya sama namun sebenarnya lebih kompleks. Pertama, riset bidang pendidikan membuktikan bahwa dengan konsep tersebut maka terlihat banyak bakat yang terbuang, ketidaksamaan kesempatan, anak-anak imigran, drop Out. Namun ketidaksamaan kesempatan antara jenis kelamin jarang dianggap masalah, atau paling banyak dilihat sebagai suatu penempatan secara salah yang akan menghilang lenyap dengan co-education. Kedua, jenis kelamin kelihatan seperti suatu aspek yang menyangkut struktur sosial, sehingga penjelasan masuk akal tentang perbedaan intelektual bawaan yang diasumsikan antara pria dan wanita bisa diterima sebagai penjelasan lengkap. Hal ini lebih diperparah karena mengadopsi perspektif pendidikan negara-negara lain yang telah memperkenalkan beberapa kerancuan informasi tentang wanita-wanita, jabatan; pendudukan dan pendidikan di tempat lain.
Alasan lain karena pendirian Roy Jenkins dan penasehat khususnya yang telah menguatkan perundang-undangan hubungan ras. Hal itu secara politis merusak peran kerja perempuan, dan kemudian perundang-undangan yang diskriminatif kelamin disiapkan sebagai ujian yang buruk bagi keberlangsungan hubungan ras.
Hubungan mengasumsikan antara biologi wanita- tidak hanya daya berpikir - dan kecenderungan dan ciri alami wanita meluas kepada klaim seperti wanita-wanita tidak mampu untuk memutuskan secara rasional manakala menstruasi dan bahwa emosi mereka dibandingkan laki-laki membuat mereka tak layak untuk kerja di kantor managerial tinggi. surat kabar iklan kaleng dan Televisi tetap dengan keji dan dengan sadar sexist, tetapi bukan pembenci suku bangsa lain. Dengan cara yang sama, kaleng godaan seksual dibubarkan oleh pelaku nya sebagai hal yang non-serious, seperti contoh perilaku bersifat parlementaer- mengutip lebih awal di sini mempertunjukkan. Ejekan cenderung untuk menandai ungkapan agresi sexist, seolah-olah pengejaran persamaan jenis kelamin wanita pertimbang yang tidak beralasan dan melawan sifat alami. Di dalam ini, ada suatu ukuran keunggulan pria yang diambil. Sebagai pembanding, rasialisme dan rasisme nampak termotivasi oleh ketakutan dan kebutuhan untuk menaklukkan kehadiran orang asing. Ungkapan lain yang lebih membedakan untuk sexism kelembagaan, seperti debat yang berlanjut di Gereja Anglikan Gereja mengakui para imam wanita-wanita, dan tatacara di mana wanita-wanita dapat dicegah naik pangkat di suatu perusahaan atas dasar asumsi nilai mengenai peran mereka dan tanggung-jawab sesuai keibuan dan perkawinan.
Suatu kebijakan yang terikat menentang perilaku rasisme dan sexism dalam sekolah dan menempatkan mereka yang secara institusional menjadi nampak, oleh karena itu, menjadi konsisten dengan struktur dan alami tentang masyarakat Britania.
B. Kebijakan ILEA
Kebijakan ILEA dimulai dengan riset yang dibawa oleh penguasa ke dalam prestasi bawah utamanya ke sekolah menengah. Bukti dari riset ini diperkenalkan ke wakil sekolah pada akhir 1981. yakni mengenai :
Ras, Jenis kelamin dan Kelas. 1. Prestasi di Sekolah ( ILEA, 1983a); Ras, Jenis kelamin dan Kelas. 2. Pendidikan Multi-Ethnic di Sekolah ( ILEA, 1983b); Ras, Jenis kelamin dan Kelas. 3. Suatu Kebijakan untuk Persamaan: Ras ( ILEA, 1983c); Ras, Jenis kelamin dan Kelas. 4. Anti-Racist Petunjuk dan Statemen ( ILEA,1983d); Ras, Jenis kelamin dan Kelas. 5. Pendidikan Multi-Ethnic Lebih lanjut, Yang lebih tinggi dan Masyarakat Pendidikan ( ILEA, 1983e); dan Ras, Jenis kelamin dan Kelas. 6. Suatu Kebijakan untuk Persamaan: Jenis kelamin ( ILEA, 1985a).
Penemuan menguatkan apa telah diketahui kelas sosial, jenis kelamin faktor dan Ras yang mempengaruhi capaian, buklet mengarah pada pembuatan kebijakan dengan meninjau ulang perbaikan yang telah sebelumnya diadopsi mereka, dan penguraian beberapa strategi untuk para guru. Ini adalah isyarat pertama dari pendekatan anti-racist. secara kontras, nasihat ke para guru yang menentang perbedaan jenis kelamin mengusulkan, misalnya, monitoring single-sex teaching-group mengadakan percobaan dan Menerapkan suatu kebijakan sekolah atas peluang sama (ILEA, 1983a, p. 19). Padanan nya pada daftar Ras adalah ' Setelah suatu kebijakan anti-racist kuat atas rasisme dan menyediakan, untuk para murid lebih tua, suatu forum diskusi berbagai hal sulit ini mengenai keamanan dari sekolah' ( ibid., p. 19). Penekanan ini berdasar pada persamaan Ras ditetapkan dalam empat dokumen yang berikutnya.
Kewenangan memprioritas pada promosi persamaan untuk ethnic-minoritas, dengan mengeluarkan persamaan jenis kelamin menjadi terkemuka. Ini dapat disimpulkan dari pemenuhan: enam dokumen yang menemani kebijakan persamaan tersebut, satu-diterbitkan (dari yang keenam) pada 1985 - berhubungan dengan anti-sexism, lebih detil dibanding yang membicarakan tentang anti-racism. Suatu dokumen catatan peringatan dibuat pada tahun 1981; menetapkan tentang persamaan melalui anti-racist, dan implementasi pendidikan multi-ethnic melalui perencanaan ulang kurikulum dalam terminologi multi-ethnic dan menjaga keaneka ragaman ilmu bahasa. Dokumen Formasi Kebijakan- 1983B- yang dikenal empat prioritas saling tergantung: anti-racist mengajar promosi dwi bahasa.
Anti-Racism yang aktif dicoba-coba oleh para guru dengan menolak rasialisme dan mendukung harapan tinggi anak-anak kulit hitam yang dilihat ketika kondisi-kondisi yang perlu untuk pendidikan multi-ethnic sukses. Ukuran Penguatan mencakup penyajian dalam pengambilan keputusan, yang telah diterapkan dengan penetapan suatu Peluang Sama; nikmati suatu Bagian Minoritas Kesukuan, dengan wakil dari masing-masing divisi. Hak anak-anak untuk diajari bahasa ibu mereka dipertimbangkan untuk multi-ethnicas dalam kurikulum; semua anak-anak perlu memahami bahasa yang percakapan yang digunakan oleh minority-group panutan mereka. Kekakuan sistem pengujian ditolak, dan kenaikan sekolah yang tendensius anti kulit hitam dianggap sebagai tantangan. Prestasi rendah oleh suatu pengujian yang tidak sukses menjadi tanggung jawab sekolah untuk memperbaikinya.
Kebijakan ILEA: Implementasi
implementasi dari anti-racist kebijakan ditandai oleh paksaan dan urgensi:
mengikuti tiap-tiap aspek yang menyangkut pekerjaan Otoritas, cabang dan institusi harus diuji dengan sasaran pembenci suku bangsa lain dalam praktek dan asumsi pembasmian. Tanggung jawab kebijakan Otoritas untuk mengembangkan dan menerapkan anti-racist harus terletak di tangan tiap-tiap karyawan di tiap-tiap institusi dan tiap-tiap cabang administrasi Otoritas itu. oleh karena itu untuk tiap-tiap cabang dan institusi penguasa, dikembangkan suatu tindakan padu
Masing-Masing perguruan tinggi dan sekolah akan akhirnya menentukan kebijakan nya dengan sudut pandang keadaan sendiri. Bagaimanapun, unsur-unsur tertentu yang umum yang akan berlaku bagi semua:
1. Suatu statemen oposisi jelas bersih, jelas bagi perilaku manapun atau rasisme.
2. Suatu ungkapan perusahaan dari semua kemungkinan terbaik bagi hak-hak pendidikan siswa atau murid.
3. Suatu indikasi jelas bersih dari apa yang tidak bisa diterima dan prosedural, termasuk sanksi yang berhubungan dengan pelanggaran manapun.
4. Suatu penjelasan tentang cara yang ditempuh oleh perguruan tinggi atau sekolah yang berniat untuk mengembangkan praktek antara katrol rasisme dan menciptakan peluang bidang pendidikan bagi suatu masyarakat tertentu dan suatu perguruan tinggi masyarakat atau sekolah lokal di mana masalah keaneka ragaman dapat diabaikan.
5. Suatu garis besar menyangkut ukuran dengan pengembangan yang dimonitor dan dievaluasi.
Ketika kebijakan Ras dan jenis kelamin menggambarkan perspektif sekolah, yang kedua membuat sekolah otonomi dalam cara mereka merumuskan program kegiatan mereka. Tidak ada penjelasan mengapa pendekatan anti-sexism, di mana dialog internal dan negosiasi mendorong ke arah proses pengembangan individu dan implementasi, diganti untuk suatu lain. Suatu alasan praktis untuk pendekatan yang lebih berbasis sekolah ini bisa tanpa biaya pantas dipertimbangkan pada pihak para guru yang menerapkan strategi anti-racism, yang dikombinasikan dengan tugas yang berkesinambungan memproduksi petunjuk kurikulum secara keseluruhan- juga serentak di sekolah dasar.

C. Suatu Perbandingan: Otoritas dewan pendidikan propinsi kent – peluang sama dalam kurikulum
Ini menyangkut kebijakan terbaru, diterbitkan pada Pebruari 1988. Dengan jelas berbeda dengan beberapa kebijakan ILEA'S terhadap perhatian pada jenis kelamin, dalam status sebagai suatu petunjuknya, dokumen memberi petunjuk sekolah untuk mengikuti sebagai perilaku yang bersifat membedakan dibanding menjadi kelembagaan. Orientasi nya adalah di titik kepantasan kelamin sebagaimana pada rangkaian tabel (Tabel 3.1) di dalam Bab 3. Perhatiannya pada ketidaksamaan jenis kelamin boleh jadi dilihat seperti karakteristik pendidikan para bawahan semua sekolah tinggi kulit putih, meskipun ada suatu konsentrasi sebagian besar kelompok Asia. Pendidikan Swann'S 'untuk semua' nampak telah mempunyai dampak kecil pada Panitia kerja kebijakan.
Statemen kebijakan membuat suatu pembedaan diskriminasi antara jenis kelamin untuk berlindung. Terjadinya diskriminasi terhadap perbedaan jenis kelamin ini juga terjadi dalam pilihan –pilahan bimbingan karir dan pengujian.
apakah jauh lebih sukar untuk mengidentifikasi dan untuk menunjuk hubungan dengan asumsi, kepercayaan dan nilai-nilai, memperoleh suatu periode, yang mempengaruhi tanggapan masyarakat secara naluriah.... Penguasa mengenali kemajuan itu dalam penghapusan diskriminasi macam ini akan lebih baik dicapai dengan bujukan dan pendidikan dibanding oleh instruksi dan tekanan.
(Kent Pendidikan Dewan Daerah/Propinsi, 1988, p. 3)
Isyarat kalimat;hukuman terakhir sifat alami implementasi penguasa memeriksa prosedur. Selagi diskriminasi salam tak dapat diterima, untuk menghapuskan dengan mengubah sikap staff melalui penghamburan literatur, petunjuk untuk baiknya praktek dan menyediakan dalam jabatan kursus dibanding sudut pandang mengesankan dan praktek dari pusat itu. Dalam terminologi Dagu (1968), suatu re-educative berdasarkan norma dibanding strategi power-coercive akan digunakan. Penguasa membatasi sendiri gerak centrally-initiated seperti ketika mengubah tujuan kepala master untuk memimpin guru, dan guru senior ke kepala wakil, dan untuk merekomendasikan bahwa kebanyakan dari salah satu dari lima sisipan 'Hari' pada tahun 1988-9 digunakan oleh sekolah untuk mendiskusikan peluang sama. Yang lebih umum lagi, merekomendasikan diskripsi tugas untuk inspektorat meliputi promosi tentang peluang sama dalam kurikulum dan di dalam pelantikan, dan bahwa dalam jabatan program acara perlu juga mempromosikan ini.
Ini pendekatan penyebaran sikap yang meluas pada rekomendasi ke sekolah, meliputi kemungkinan bagaimana membuat suatu anggota staff yang bertanggung jawab untuk mempromosikan dan monitoring peluang yang sama, mencakup suatu statemen persamaan dalam kebijakan kurikulum dan meninjau ulang material pengajaran. Rekomendasi bertujuan untuk tidak bahaya, tetapi memberi nasihat kepada badan perangkat sekolah: Bahwa dalam hubungan dengan tanggung-jawab mereka di bawah menyangkut Pendidikan Bertindak 1986, Mengatur untuk mengasumsikan beberapa tanggung jawab untuk memastikan bahwa ada persamaan kesempatan sekolah milik mereka ( ibid. p. 4). Akhir tiga halaman dari dokumen tersebut menyajikan beberapa figur dari survei yang mutakhir. Mereka meliputi pengujian menghasilkan dan penempatan yang menguatkan bukti sebelumnya untuk ketidaksamaan jenis kelamin di sekolah.
Halaman terakhir memberi beberapa data dari suatu daftar pertanyaan survei 180 Kent sekolah diselenggarakan pada musim panas tahun 1987. Tanpa petunjuk yang diberi oleh suatu otoritas lokal kebijakan, seluruh sekolah telah menunjuk para guru yang mereka punyai; memberi tanggung jawab terhadap peluang yang sama, namun hanyalah sebagian sekolah menengah merasa bahwa penguasa harus memberi contoh promosi persamaan, terutama melalui jabatan dalam pelatihan. Ada lebih dari suatu usul, bahwa sekolah akan menerima implementasi mendekati dibanding mengadopsi, yang nampak dikhususkan kepada persepsi dan sikap kepala sekolah dibanding guru. Bisa jadi secara taktis nampak, mempertimbangkan kuasa-kuasa yang diberikan kepada mengatur badan di bawah 1988 Tindakan, tetapi itu bisa tidak memenangkan pendukungan Kent terhadap para guru yang menghormati peluang sama sebagai isu pusat. Juga, mengapa konsentrasi pada jenis kelamin persamaan di bawah payung peluang sama untuk semua?
Jarak efek dalam menggunakan sebahagian terbesar dari sekolah bahwa semua kulit putih mungkin meliputi hal ini, menentukan ke samping pertanyaan seperti yang dibahas lebih awal di sini seperti multicultural untuk pendidikan. Juga, jenis ketidaksamaan kelamin dapat dilihat menjadi lebih meragukan dan suka bertentangan dibanding ketidaksamaan Ras. Dengan menempelkan jenis ketidaksamaan kelamin, ketersediaan bukti mengenai hasil dan akses dapat tebing ganda efeknya : hal itu dapat menunjukkan fakta ketidaksamaan anak laki-perempuan di sekolah atau dapat digunakan untuk menopang dugaan yang diproyeksikan oleh kepercayaan orang yang didasarkan pada kelamin, perbedaan kemampuan alami dan minat. Ketidaksamaan mengenai jenis kelamin sederhananya lebih sedikit ancaman, dengan mudah dilepaskan dan lebih peka terhadap tanda yang ditanggapi dari badan pejabat dibanding mengenai Ras. Sejak 1981 terutama, Ras telah menghasilkan ramalan oleh karena keadaan terbangnya, dan ancaman isu ras menawarkan ke kulit putih pengertian kesejahteraan masyarakat dan memastikan akan berlanjut kepada pemerintah untuk menanggapi dalam wujud komisi pengawas dan kebijakan.
D. Strategi Implementasi
Pendekatan ILEA dan Kent dibandingkan dan ada pertanyaan menyangkut efektivitas sebuah strategi yang dibandingkan dengan yang lain. Dewan Sekolah merancang implementasi jenis pendekatan dengan konsekwensi tidak seimbangnya memungut kontras dengan no-negotiation kondisi-kondisi inovasi top-down yang tidak perlu menyaring ke dalam tiap-tiap kelas. Apa yang dilibatkan dalam hal ini adalah dua berlawanan penafsiran peran guru dalam inovasi, dan tentang jabatan guru, di mana jenis kelamin ILEA'S dan kebijakan Ras dengan jelas dibandingkan. Pada satu tangan, suatu anti-racist dan anti-sexist cara berpendirian telah diadopsi oleh penguasa ketika melayani minat yang terbaik Anak-Anak London Bagian dalam, dengan harapan yang agar para guru adalah agenyang utama minat bidang pendidikan anak-anak mereka yang akan menerima kebijaksanaan pendekatan ini dan akan bekerja sama dalam menerapkan itu.
Local-Authority-School persekutuan ditekankan pada tergantung jumlah otonomi yang memberi kepada sekolah untuk menginterpretasikan dan menerapkan kebijakan pusat menurut apa yang mereka pahami untuk menjadikan kondisi-kondisi mereka sendiri dan kebutuhan bidang pendidikan anak-anak mereka, hal itu dapat dilihat sebagai suatu peningkatan pekerjaan di luar kelas dengan segera berhubungan. Jenis Hoyle'S (1975) yang diperluas, sebagai lawan terbatas, jabatan guru.
Pada sisi lain, memaksakan inovasi dari pusat, yang dengan ketat dimonitor, mempunyai efek dalam mengurangi jabatan guru dengan penyangkalan otonomi untuk membuat curricular mereka sendiri atau keputusan organisatoris, kecuali dari suatu teknis baik hati. Latihan otonomi pada tingkatan kelas melanjut untuk;menjadi bagi identitas profesional guru, terutama di sekolah dasar. Suatu top-down kebijakan kuat dapat mempunyai efek penjelasan untuk para guru apa yang kebutuhan anak-anak mereka seharusnya. Para guru diyakinkan pendukung pluralisme budaya dibanding anti-racists, sebagai contoh, bisa mengakui dengan beberapa keadilan yang dicegah dari bertindak sebagai minat yang terbaik anak-anak mereka. Di county-hall tingkatan, kebijakan anti-racist terutama adalah suatu usaha klasik pada rancang-bangun sosial- ambisius, radikal dan teoritis. Di tingkatan sekolah, seolah-olah penguasa telah memutuskan bahwa rancang-bangun sosial seperti itu adalah penting bagi para guru.
Dengan sebagian dari bukti riset untuk perlawanan guru untuk berubah penguasa mungkin benar. Pada waktu yang sama, bertentangan dengan niat, kebijakan dan gaya implementasinya sudah memberi para guru ruang pantas untuk manuver dalam menjawab. Para guru memerlukan pertimbangan kebaikan mereka mengikat diri mereka kepada bisnis perubahan yang berbahaya; top-down strategi kelihatannya kompak tetapi benar-benar membagi suatu staff. Ke para guru yang memufakati garis pejabat, akan ada tiap-tiap alasan untuk menerapkan itu. Banyak para guru (dalam) ILEA akan menyatakan bahwa kebijakan persamaan telah menjadikan mereka lebih baik. Untuk yang terkait dengan keberatan profesional dan politis, ada lingkup untuk menghindarkan tindakan terutama sekali jika mereka tidak melihat ruang untuk debat. Pemikiran mereka dengan segera bahwa sejak kebijakan dibebankan atas mereka dan mereka bisa mengakui mereka tidak berkonsultasi seperti para profesional, kesetiaan mereka tidak bisa dengan sah diklaim, kecuali kewajibansusuai kontrak mereka sebagai karyawan.
Tentang kondisi inovasi Hoyle'S tanpa perubahan, tergantung pada guru tidak hanya mengenali kebenaran dari inovasi potensi tetapi juga berlatih kepemilikan atas itu. Derajat tingkat kesadaran profesional yang diperlukan untuk mencapai ini tergantung kepada para guru menggunakan otonomi untuk berdebat dan untuk memecahkan isu dan untuk mengembangkan kebijakan dalam sekolah mereka sendiri. Apa yang rumit ini adalah cara menggerakkan sistem ditempatkan; terletak dan disahkan- berapa banyak sekolah perlu membandingkan dengan otoritas lokal. Posisi ILEA's diringkas baik oleh Ennersdale mengorganisir dalam studi kasus dalam Bab 7; penghakiman mereka adalah bahwa penguasa telah menggambarkan masalah yang dilihat sebagai tindakan sah, tetapi juga telah melanjutkan lagi menggambarkan solusi itu. Ennersdale dan sekolah lain mempunyai suatu sejarah panjang mengembangkan prinsip multicultural dan praktek. Ini yang sedang diabaikan atau disimpan untuk menyiapkan jalan untuk suatu pandangan yang pasti baru berpegang kepada county-hall politikus?
Pemandangan dari segi pandangan praktek ini juga benar para guru harus pasti untuk kemampuan mereka sebelum pengambilan resiko berubah dalam kelas dan sekolah mereka. Perubahan yang betul-betul tergantung di atas hal positif iklim, yang dihasilkan di suatu sekolah oleh faktor seperti kepemimpinan konsultatif; pengenalan minat dan keahlian profesional oleh para guru kepala dan antara panutan; sumberdaya sesuai dan efisien (termasuk waktu cukup untuk mengevaluasi usulan); dan faktor hidden-curricular seperti moril tinggi, kohesi kelompok dan kepercayaan kelembagaan cukup untuk mampu mengundang tenaga ahli sebagai konsultan. konsep milik miles (1975) dari suatu milik sekolah 'kesehatan organisatoris' meringkas sebagian dari kondisi-kondisi yang perlu untuk perubahan kelembagaan sukses. Stenhouse (1975), melalui pengalamannya (menyangkut) Kurikulum Ras manusia merancang suatu analisa faktor yang meyakinkan yang mengikis potensi berubah dan fokus itu atas suatu keseimbangan sekolah. Khususnya, ia mendukung dugaan tentang ketidakcakapan profesional temporer yang mempengaruhi para guru sepanjang tahap awal inovasi.
BAB III
PENUTUP

Rasisme yang berlangsung ditanah inggris merupakan sebuah bentuk contoh nyata dimana manusia memang terkadang tidak memandang manusia lain secara layak. Terkadang satu pihak dipandang sebelah dimana dan dianggap tidak layak mendapat perlakukan yang pantas sebagai manusia
Hal seperti ini umum terjadi terutama sejak masa perbudakan dimana orang-orang afrika dieskpor ke berbagai negara oleh kaum putih dan dianggap sebagai manusia yang memiliki tenaga yang kuat namun cara berpikir yang rendah sehingga dengan sendirinya layak untuk dijadikan pekerja kasar yang mengabdi kepada tuan-tuannya terutama tuan tanah dan penguasa
Keberpihakan keputusan yang dibuat oleh pihak pejabat di inggris menyangkut banyak aspek, dari standart kelayakan hidup, pangan, kesejahteraan, kesehatan, pekerjaan dan bahkan pendidikan. Dan ironisnya bangsa inggris juga memperlakukan sikap diskriminasi ini tidak hanya terhadap suku lain yang berada di tanah inggris, namun juga terhadap masalah gender, dalam hal ini, perempuan, yang termajinalkan dan disudutkan pada sisi dengan asumsi bahwa perempuan tidak memiliki peran yang cukup seperti kaum lelaki. Asumsi yang dibangun bahwa perempuan memiliki kemampuan yang rendah dan dan emosi yang tidak stabil dan cenderung berpikir secara emosional dalam berbuat dan mengambil keputusan lebih-lebih ketika sedang dalam keadaan menstruasi.
Untuk itu kemudian di inggris mucul gerakan yang menyadari kesalahan-kesalahan tersebut dan berusaha untuk meluruskan kembali pandangan salah tersebut dengan jalan memverifikasi keputusan-keputusan yang dibuat oleh pemerintah yang selama ini cenderung memberatkan pihak-pihak tertentu.
Namun sebagai sebuah upaya, hal tersebut tidak mudah begitu saja untuk dilakukan, banyak tentangan dan ancaman yang melingkari upaya tersebut. Namun seiring perjalanan waktu, upaya tersebut sedikit demi sedikit mulai nampak membuahkan hasil.

Read More......

Jumat, 01 Februari 2008

makna pendidikan

Makna Pendidikan

Pagi itu kira-kira jam 10.30 pagi, di sebuah SDN yang terletak di lereng gunung Baluran, bu guru Yeni serius menerangkan pelajaran. Sembari menulis teori-teori di papan, sesekali dia menoleh memperhatikan siswanya yang sebagian pada kusut. Dilihatnya si Budi yang manggut-manggut dengan sinar mata yang cerah sementara di sebelahnya Andi juga manggut-manggut tanda ngantuk, sedangkan di belakangnya Lilah menatap papan tulis dengan pandangan kosong.
Beberapa saat kemudian, bel yang ditunggu-tunggu berbunyi, siswa kelas sebelah sudah semburat keluar kelas. Sembari mengemasi buku-bukunya, Lilah mendekati Budi menanyakan tentang apa yang baru saja dijelaskan guru. Dengan senyum ramah Budi menerangkan kembali dengan ”bahasa” yang lebih bisa dipahami keduanya, Lilahpun tersenyum”oh.. begitu..” ujarnya dengan mata bersinar, dan Lilah mengerti betapa pentingnya apa yang baru saja dijelaskan itu.
Fenomena di atas kerap terjadi di sekitar kita. Namun terlepas dari cerita di atas, kita bisa memahami tentang makna Pendidikan. Pendidikan merupakan sesuatu yang melekat pada manusia bahkan pendidikan telah ada sebelum manusia itu sendiri ada.

Read More......